News  

Jembatan Patah di Herlang Terbengkalai Setahun, DPC LIN Bulukumba Desak Pemkab Segera Bertindak

BULUKUMBA – Ketua DPC Lembaga <a href="https://suarainvestigasinegara.com/dugaan-pungli-komite-sman-1-sumawe-kepala-sekolah-mengaku-tidak-mengetahui”>Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bulukumba, Fahsar B HZL Kr Naik, turun langsung meninjau kondisi jembatan yang patah dan mengalami kerusakan parah di Jalan Poros Desa Tugondeng, tepatnya di perbatasan Dusun Lahatung dan Dusun Lassanru, Kecamatan Herlang, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluhan masyarakat yang selama hampir satu tahun harus menghadapi akses jalan yang rusak tanpa adanya penanganan yang memadai.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kondisi jembatan dan badan jalan dinilai sudah tidak layak dilalui. Infrastruktur tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Herlang, Kajang, dan Ujung Loe, sehingga kerusakannya berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan roda empat tidak dapat melintasi jembatan sama sekali. Sementara pengendara sepeda motor yang berboncengan terpaksa menurunkan penumpangnya untuk menyeberangi jembatan secara bergantian karena kondisi yang dinilai sangat membahayakan keselamatan.

Warga setempat mengaku kerusakan tersebut telah berlangsung kurang lebih satu tahun dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Jalan kami sudah kurang lebih satu tahun ini rusak dan patah. Jembatan beserta jalannya rusak semua. Harapan kami sebelum musim hujan datang, pemerintah Kabupaten Bulukumba segera melakukan perbaikan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ungkap salah seorang warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPC LIN Bulukumba, Fahsar B HZL Kr Naik, meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan semakin parah.

Menurutnya, jalan tersebut bukan sekadar akses desa, melainkan merupakan jalan poros antar kecamatan yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.

“Ini merupakan jalan poros yang menghubungkan tiga kecamatan. Jika terus dibiarkan, aktivitas masyarakat akan terganggu, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, hingga petani yang mengangkut hasil panennya. Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas PUPR agar segera melakukan penanganan darurat sebelum musim hujan datang dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tegas Fahsar.

DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bulukumba berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan jembatan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur demi menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bulukumba.

Kerusakan infrastruktur yang dibiarkan terlalu lama dinilai tidak hanya menghambat roda perekonomian warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah agar akses vital tersebut dapat kembali berfungsi secara normal sebelum memasuki puncak musim penghujan.(Redaksi Media LIN DPC Bulukumba)

📚 Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *