SIDOARJO – Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo tengah menjadi sorotan masyarakat terkait pengadaan Belanja Bantuan Sosial (Bansos) barang yang direncanakan untuk individu pada Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp8,7 miliar.
Rincian temuan:
· Jangka waktu 1 tahun untuk 794 penerima di seluruh Kabupaten Sidoarjo.
· Nilai per penerima: Rp10.950.000, setara dengan anggaran untuk dua kali makan per hari.
· Indikasi pemecahan paket dari pagu anggaran ke 18 rekening tujuan (per kecamatan).
· Pola yang sama terjadi pada TA 2023, 2024, 2025, dan 2026.
· Satuan kerja: Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, R. Mharta Wara Kusma, melalui pesan WhatsApp mengarahkan agar awak media dan LIN menemui PPTK, Ibu Diana.
Saat dikonfirmasi langsung, Diana menyatakan bahwa apa yang dilakukan telah sesuai prosedur. Namun, ia juga mengakui kemungkinan adanya kekurangan dalam pelaksanaan.
“Kalau masalah pemecahan paket, itu ada pertimbangan-pertimbangan. Tapi kurang tepat kalau dinamakan pecah paket. Untuk informasi adanya kekurangan seperti porsi makanan dan kelayakan, tentu kami terima semua masukan. Kami sangat berterima kasih, dan segera kami evaluasi ke depannya,” ujar Diana, Jumat (12/6/26).
Dari sejumlah informasi yang dihimpun, Ketua LIN menyatakan akan menguji kebenaran temuan ini melalui jalur yang telah ditetapkan negara.
“Kalau alasan dinas seperti yang sudah kami dengar, ya silakan saja. Yang jelas, perbedaan pandangan itu wajar. Namun, dalam menentukan kepastian, kita akan bawa ke meja <a href="https://suarainvestigasinegara.com/uu-migas-tak-bertaji-di-tulehu-mafia-bbm-diduga-kebal-hukum“>hukum saja. Segera kami lakukan pengaduan masyarakat (Dumas) dan kawal sampai tuntas,” ujar Dorry.
Pewarta: SP/TIM
- Truk Tangki Tanpa Identitas lambung Angkut BBM di Maluang dugaan Kuat Tanpa Dokumen Legal Aph Diminta Bertindak
- Ci Glory dan Ko Akiong Disorot, Masyarakat Desak Mabes Polri Tertibkan Dugaan PETI di Modayag dan Usut Keterlibatan Oknum serta WNA
- Garini Dalam Sorotan Nasional, Masyarakat Desak Mabes Polri Periksa Dugaan Keterkaitan Deni Kaeng dan 10 Excavator yang Dipolice Line








Response (1)