YOGYAKARTA – Jogja Essay Competition (JEC) 2026 sukses diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Yogyakarta. Ajang kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan bangsa melalui penelitian dan karya ilmiah yang berkualitas.
Kegiatan yang mengusung tema “Kontribusi Pemuda Indonesia dalam Menjawab Tantangan Global melalui Inovasi Ilmiah” ini merupakan hasil kolaborasi antara Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah (RISKI) bersama Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah di Indonesia turut ambil bagian dengan menghadirkan beragam inovasi di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, hukum, hingga pariwisata.
Pembukaan JEC 2026 dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Ikatan Mahasiswa Sastra Arab UGM, Yusuf Ahmad Khairiy. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghadirkan ruang kompetisi yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.
“Melalui JEC, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi ilmiah,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para finalis mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari presentasi karya ilmiah di hadapan dewan juri, seminar internasional, sesi diskusi ilmiah, proses penilaian hingga malam penganugerahan para pemenang. Seluruh agenda berlangsung interaktif dan menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kapasitas akademik, serta memperluas jejaring antarpeserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar adalah Seminar Internasional yang menghadirkan tiga pembicara inspiratif. Miss Aisha Juma Musa menyampaikan materi mengenai Empowering Future Leaders, Miss Alaa Eltelwany membahas pentingnya kemampuan komunikasi dalam menghadapi persaingan global, sedangkan Almas Azzahra selaku Puteri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak peserta membangun personal branding, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang adaptif dan berintegritas.
Selain kompetisi akademik, panitia juga mengajak seluruh peserta mengikuti Cultural Field Trip ke Museum Sonobudoyo, Candi Prambanan, serta pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan dan kolaborasi antarpeserta dari berbagai daerah.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih tim yang diketuai Gesti Maradela dari Universitas Muhammadiyah Semarang. Juara II diraih Kadek Arlyatha Anantha dari Universitas Udayana, sedangkan Juara III diraih Ahmad Khavabi dari MAN 2 Bojonegoro.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Adam Mufid Annajib dari Universitas Muhammadiyah Semarang, Juara Harapan II diraih Amrizar Pratama I. Udin dari Institut Seni Indonesia Surakarta, dan Juara Harapan III diraih Dwi Ramdoni Subekti dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan khusus kepada peserta dengan capaian terbaik. Penghargaan Best Presentation diraih Syalman Al-Farizi dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Best Paper diraih Gesti Maradela dari Universitas Muhammadiyah Semarang, Best Poster diraih Henny Meilisa dari Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, sedangkan penghargaan Favorite Paper diberikan kepada Adam Mufid Annajib dari Universitas Muhammadiyah Semarang.
Adapun penghargaan The Most Favorite Poster diberikan kepada Henny Meilisa dan Kharina Jexi Abreanti dari Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Selain itu, penghargaan Favorite Poster juga diberikan kepada peserta terbaik pada berbagai subtema, meliputi bidang hukum dan politik, kesehatan, lingkungan, pangan, pariwisata dan budaya, pendidikan, pertanian, sosial dan ekonomi, teknologi, serta kategori lainnya.
Pada puncak acara, Universitas Muhammadiyah Mataram berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum Jogja Essay Competition (JEC) 2026 berkat akumulasi prestasi yang diraih para delegasinya di berbagai kategori perlombaan.
Keberhasilan penyelenggaraan JEC 2026 menjadi bukti nyata komitmen panitia dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang inovatif, kritis, adaptif, dan memiliki daya saing global. Melalui ajang ini diharapkan semakin banyak ide, penelitian, dan inovasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa serta menjawab berbagai tantangan masa depan Indonesia.
Redaksi
- <a href="https://suarainvestigasinegara.com/lembe-utara-bergerak-menuju-prestasi-gotong-royong-warga-jadi-kekuatan-hadapi-penilaian-pkk-sulut-2026″>Lembe Utara Bergerak Menuju Prestasi, Gotong Royong Warga Jadi Kekuatan Hadapi Penilaian PKK Sulut 2026
- LIN Tegaskan Legalitas Terbaru: DPD LIN Sulsel yang Sah Dipimpin Saharuddin, Dugaan Pencatutan Nama Lembaga Akan Ditempuh Melalui Jalur Hukum
- Menapaki Usia Ke-50 Tahun, LIN Babel: “Timah untuk Rakyat” Harus Jadi Wujud Kepedulian untuk Negeri







Responses (2)