BULUKUMBA – Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bulukumba, Fahsar B. Karaeng Naik, memberikan apresiasi kepada Sappewali Kutong (akrab disapa Putra Lahatung) bersama rekannya A. Mustakim (Andi/Kr Awing), atas sikap bijak mereka dalam menyikapi persoalan pemadaman listrik yang terjadi di RSUD H.A. Sultan Daeng Raja Bulukumba.
Alih-alih melakukan aksi demonstrasi yang sebelumnya sempat direncanakan, keduanya memilih menempuh jalur dialog dan audiensi resmi. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, terutama terhadap pelayanan kesehatan dan ketertiban umum.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Sappewali Kutong, insiden pemadaman listrik terjadi pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 23 April 2026
- Waktu: Pukul 17.35 WITA hingga 19.25 WITA (± 2 jam)
- Lokasi: RSUD H.A. Sultan Daeng Raja Bulukumba
Pemadaman listrik tersebut terjadi secara total tanpa adanya pemberitahuan atau konfirmasi sebelumnya kepada pihak rumah sakit maupun keluarga pasien.
Dampak yang Ditimbulkan
Kondisi ini memicu kepanikan dan keresahan di kalangan keluarga pasien. Terutama bagi pasien yang berada di ruang-ruang vital seperti:
- Ruang Operasi
- ICU
- IGD
- Ruang Observasi
- Kamar perawatan lainnya
Seluruh ruangan tersebut sangat bergantung pada peralatan medis berbasis listrik untuk menunjang keselamatan pasien.
Ketiadaan informasi sebelumnya membuat keluarga pasien tidak dapat melakukan langkah antisipatif, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pasien selama pemadaman berlangsung.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, pada keesokan harinya sekitar pukul 13.00 WITA, Sappewali Kutong bersama A. Mustakim mendatangi ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bulukumba.

Mereka diterima langsung oleh Komisi II DPRD Bulukumba untuk menyampaikan keluhan serta mendorong adanya evaluasi dan tindak lanjut serius dari pihak terkait.
Sikap LIN: Dorong Perbaikan Sistem Kelistrikan
Dalam wawancara bersama tim media, Ketua DPC LIN Bulukumba, Fahsar B. Karaeng Naik, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah yang diambil dengan kepala dingin. Ini penting agar persoalan bisa diselesaikan secara konstruktif. Kami berharap semua pihak segera menindaklanjuti demi menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan di Kabupaten Bulukumba,” tegasnya.
Sappewali Kutong dan A. Mustakim juga menambahkan bahwa tindakan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat luas.
“Kami merasa terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Harapannya ke depan, pelayanan bisa lebih maksimal dan tidak merugikan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan,” ujar mereka.
Catatan Investigasi
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut fasilitas vital publik. Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan di rumah sakit dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pasien.
Tim Investigasi mendorong:
- Evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan
- Transparansi dari pihak terkait
- Peningkatan standar operasional dalam situasi darurat

