PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan <a href="https://suarainvestigasinegara.com/pt-timah-tbk-diduga-terbitkan-spk-pip-bermasalah-lin-bangka-soroti-dugaan-pelanggaran-dan-kerusakan-lingkungan”>Bangka Belitung (Babel) menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Provinsi Babel membangun rumah sakit khusus jantung dan stroke. Namun, legislatif meminta pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak dibiayai melalui skema pinjaman daerah.
Sikap tersebut disampaikan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Babel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Banggar DPRD Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (3/8/2026).
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan salah satu agenda yang turut dibahas adalah surat Gubernur Babel terkait usulan pinjaman daerah untuk membiayai pembangunan rumah sakit jantung dan stroke.
Menurut Didit, meskipun pembahasan awalnya direncanakan dilakukan melalui komisi teknis, persoalan pembiayaan rumah sakit tersebut akhirnya dibahas di tingkat Banggar hingga menghasilkan kesimpulan bersama.
“Pada dasarnya DPRD mendukung pembangunan rumah sakit jantung dan stroke karena akan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Tetapi kami tidak menyetujui jika sumber pembiayaannya berasal dari pinjaman daerah,” kata Didit.
Ia menilai kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Babel saat ini belum cukup kuat untuk menanggung tambahan beban utang. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah mencari alternatif pendanaan yang lebih aman dan tidak menambah tekanan terhadap APBD.
Salah satu opsi yang didorong DPRD adalah memperjuangkan hak-hak keuangan daerah dari pemerintah pusat, termasuk sisa dana bagi hasil royalti yang disebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun dari kegiatan ekspor tahun 2025.
Dana tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembiayaan proyek strategis daerah, termasuk pembangunan rumah sakit, tanpa harus mengandalkan pinjaman daerah.
Didit menegaskan, DPRD Babel pada prinsipnya tidak menolak pembangunan rumah sakit jantung dan stroke. Sebaliknya, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Bangka Belitung.
Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur kesehatan harus tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah sehingga tidak menimbulkan persoalan keuangan pada masa mendatang.
“DPRD mendukung rumah sakitnya dibangun, tetapi pembiayaannya jangan melalui pinjaman daerah. Kami berharap ada solusi pendanaan lain yang tidak membebani APBD,” tegasnya.
DPRD Babel berharap Pemerintah Provinsi dapat mengkaji sejumlah alternatif sumber pembiayaan yang memungkinkan, sehingga pembangunan rumah sakit tetap dapat direalisasikan tanpa menambah beban utang daerah.
Sumber: Riri
Editor: DPD LIN Babel
- Gudang Solar Subsidi Diduga Beroperasi di Minahasa, Nama Billy “Gusdur” Disebut; Dugaan PETI di Ratatotok Turut Disorot
- Ketika CSR Bank Sumsel Babel Tak Lagi Mencerminkan Rasa Keadilan Transparansi Dinilai Menjadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
- Sekprov Sulut Bantah Rekaman Suara Viral di Media Sosial, Tahlis Gallang: “Jelas Sekali Hoaks”







Responses (2)