Jakarta — Lembaga Investigasi Negara (LIN) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengawal dugaan korupsi besar di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Jakarta, jajaran DPD LIN Papua Barat Daya bersama pengurus pusat membahas langkah lanjutan terkait laporan dugaan korupsi Dana Hibah KONI dan Yayasan Tipari yang sebelumnya telah resmi diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh:
- Ketua Umum LIN, Robi Irawan Wiratmoko
- Sekretaris Jenderal, Drs. Antoni Pane, MM
- Ketua DPD LIN Papua Barat Daya, Jackson Sambow
- Sekretaris DPD serta jajaran pengurus lainnya
Fokus Rapat: Lengkapi Berkas dan Perluas Laporan
Agenda utama rapat adalah melengkapi dokumen dan bukti tambahan guna memperkuat laporan yang telah masuk ke KPK.
Tak hanya itu, LIN juga berencana akan mengajukan laporan resmi ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sebagai langkah strategis untuk memastikan penanganan kasus berjalan maksimal di tingkat nasional.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk tekanan serius terhadap aparat penegak hukum agar tidak mengabaikan dugaan korupsi yang telah lama menjadi perhatian publik.
Kelanjutan Kasus: Dari Daerah ke Nasional
Seperti diberitakan sebelumnya, LIN telah melaporkan dua kasus besar dugaan tindak pidana korupsi di Sorong Selatan, yaitu:
- Dana Hibah KONI 2017–2021 dengan nilai sekitar Rp9 miliar
- Dana Hibah Yayasan Tipari sebesar Rp7,8 miliar
Kasus ini sebelumnya sempat mencuat, namun kemudian hilang tanpa kejelasan. Kini, setelah dibawa ke KPK, kasus tersebut kembali menjadi sorotan nasional.
Ketua DPD Masih di Jakarta, Proses Klarifikasi Berjalan
Ketua DPD LIN Papua Barat Daya, Jackson Sambow, hingga kini masih berada di Jakarta dan tengah menjalani proses klarifikasi oleh pihak KPK.
Ia diketahui telah berada di ibu kota selama lebih dari dua pekan demi mengawal langsung laporan tersebut.
Jackson menegaskan kesiapannya untuk memberikan keterangan secara terbuka dan meminta dukungan penuh dari masyarakat Papua Barat Daya.
Aksi Demonstrasi Disiapkan
Tak berhenti pada pelaporan, LIN juga merencanakan akan menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat.
Aksi ini bertujuan untuk menyikapi laporan dugaan korupsi yang telah masuk ke KPK, sekaligus mendesak agar proses hukum segera berjalan transparan dan tuntas.
PBH LIN: Data Sudah Kuat, Harus Ditindaklanjuti
Dari sisi hukum, Perhimpunan Bantuan Hukum LIN menegaskan bahwa data yang disampaikan oleh DPD Papua Barat Daya dinilai komprehensif dan kuat.
Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga memberikan keadilan bagi masyarakat.
Penegasan: Tidak Akan Berhenti
Dengan rangkaian langkah mulai dari pelaporan ke KPK, rencana pelaporan ke Kejaksaan Agung, hingga aksi demonstrasi, LIN menegaskan bahwa pengawalan kasus ini tidak akan berhenti.
Kasus dugaan korupsi miliaran rupiah di Sorong Selatan kini telah naik ke panggung nasional—dan berada dalam pengawasan publik luas.
Penutup
Publik kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum.
Apakah kasus ini akan dibongkar hingga tuntas, atau kembali menghilang tanpa jejak?

