News  

Angkat Budaya Lokal, Karang Taruna Kecamatan Pangarengan Siap Gelar Pornama e’ Pangarengan Jilid II

SAMPANG – Karang Taruna Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan Pornama e’ Pangarengan Jilid II. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan pelestarian budaya ini diharapkan menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangarengan, Abdul Halim Alfarisi, mengatakan bahwa Pornama e’ Pangarengan Jilid II bukan sekadar agenda internal organisasi, melainkan sebuah perhelatan budaya yang dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Pangarengan dan sekitarnya.

Menurut Halim, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

“Melalui pelaksanaan Pornama e’ Pangarengan Jilid II, kami ingin menghadirkan semangat kecintaan terhadap budaya lokal, mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkarya, sekaligus melestarikan budaya-budaya daerah yang menjadi warisan leluhur. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan ikut memeriahkan kegiatan ini,” ujar Abdul Halim Alfarisi, Kamis (23/7/2026).

Lebih lanjut, Halim menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian Karang Taruna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pemuda.

Pelaksanaan kegiatan mengedepankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), diskusi kelompok, hingga evaluasi bersama. Pendekatan tersebut dirancang untuk menggali potensi lokal, membangun kesadaran kolektif, serta menyusun rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Pangarengan.

Hasil dari berbagai tahapan kegiatan menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai jembatan aspirasi generasi muda dalam mendukung pembangunan desa dan kecamatan. Melalui forum diskusi yang terbuka dan inklusif, para peserta mampu melahirkan berbagai gagasan pemberdayaan masyarakat yang dinilai aplikatif dan sesuai dengan kondisi lokal.

Selain itu, evaluasi akhir juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, komitmen, dan motivasi anggota Karang Taruna Kecamatan Pangarengan untuk semakin aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran kolaboratif antara pemuda dan pemerintah desa dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan, serta memperkuat sinergi demi kemajuan Kecamatan Pangarengan,” tambah Halim.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Karang Taruna Kecamatan Pangarengan akan menggelar Parade Daul Combodug 2026 pada 11–12 September 2026. Festival budaya tersebut akan menampilkan kesenian Daul Combodug yang merupakan salah satu ikon budaya khas Madura dan diharapkan mampu menarik antusiasme masyarakat serta wisatawan.

Melalui Pornama e’ Pangarengan Jilid II, Karang Taruna berharap budaya lokal tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi muda di tengah arus modernisasi.

(Redaksi)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *