OPINI  

Wagub Hellyana Hadiri Sedekah Kampong Dusun Belar, Tradisi Khitanan Adat Tetap Lestari

Simpang Teritip, Bangka Barat — Tradisi adat sedekah kampong kembali digelar meriah oleh warga Dusun Belar, Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Sabtu hingga Senin, 18–20 April 2026.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bagian dari warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat, sekaligus wujud ketaatan dalam menjalankan ajaran agama Islam serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat, Fachriansyah, menyampaikan bahwa tradisi sedekah kampong tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki daya tarik budaya yang khas.

“Selain sebagai bentuk pelaksanaan syariat seperti khitanan bagi anak-anak yang telah akil baligh, tradisi ini juga menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal Dusun Belar kepada masyarakat luas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Rangkaian Prosesi Adat Tiga Hari

Pesta adat ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari khataman Al-Qur’an, khitanan tradisional, arak-arakan pengantin sunat, hingga prosesi sedekah di rumah-rumah warga yang menggelar hajatan.

Salah satu prosesi yang menjadi ciri khas adalah tradisi perendaman anak-anak yang akan dikhitan. Prosesi ini dilakukan di aliran sungai desa sejak dini hari sebagai bentuk metode anestesi alami sebelum pelaksanaan khitan secara tradisional.

Pada Minggu (19/4/2026) pukul 05.30 WIB, anak-anak yang akan dikhitan telah menjalani perendaman sejak pukul 04.30 WIB. Metode ini dipercaya masyarakat setempat mampu membantu proses khitan berjalan lebih alami serta mempercepat pemulihan.

Wagub Hellyana Turut Hadir dan Bermalam di Lokasi

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, turut menghadiri langsung kegiatan tersebut. Ia tiba di Dusun Belar pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB bersama rombongan, memenuhi undangan tokoh masyarakat setempat, Abim.

Untuk mengikuti seluruh rangkaian acara, Wagub Hellyana bahkan bermalam di rumah warga agar dapat menyaksikan langsung prosesi adat, termasuk arak-arakan pada malam hari dan perendaman pengantin sunat di pagi hari.

Dalam sambutannya, Hellyana mengaku bangga dan mengapresiasi masyarakat Dusun Belar yang tetap menjaga kelestarian adat istiadat leluhur.

“Saya sangat salut. Tradisi seperti ini sudah jarang ditemukan di daerah lain. Dusun Belar patut berbangga karena masih mempertahankan warisan budaya yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap tradisi sedekah kampong dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus potensi wisata.

Potensi Wisata Budaya

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen menjadikan sedekah kampong sebagai agenda budaya tahunan guna mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Ini menjadi potensi besar untuk wisata budaya yang bisa menarik minat pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal,” tambah Fachriansyah.

Data Peserta Kegiatan

Dalam pelaksanaan tahun ini, tercatat:

  • 7 anak mengikuti khataman Al-Qur’an
  • 9 anak laki-laki menjalani khitanan
  • 6 bayi perempuan turut didoakan dalam rangkaian adat

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat, Kepala Dinas Sosial, Camat Simpang Teritip, Kepala Desa Ibul, Kepala Dusun Belar, serta tokoh adat setempat.

Tradisi sedekah kampong Dusun Belar kembali menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan kearifan lokal masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat modern.

(Humas DPD LIN Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *