Jeneponto – Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya kembali menjadi perhatian serius. Tumpukan sampah yang memenuhi saluran irigasi hingga aliran Sungai Kelara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dinilai bukan hanya persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga mencerminkan degradasi moral serta belum optimalnya penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Selatan bersama Ketua DPD II LIN Kabupaten Jeneponto menyampaikan keprihatinan atas masih ditemukannya kebiasaan masyarakat membuang sampah rumah tangga ke saluran irigasi maupun sungai. Perilaku tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak yang luas terhadap lingkungan, sektor pertanian, serta kesehatan masyarakat.
Menurut mereka, tumpukan sampah yang menyumbat saluran air dapat menghambat distribusi air irigasi menuju lahan persawahan, terutama pada musim kemarau. Selain itu, pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga juga berpotensi menurunkan kualitas sumber air dan menjadi tempat berkembangnya berbagai bibit penyakit.
“Kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” ujar perwakilan LIN.
LIN juga meminta pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar lebih aktif melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendekatan persuasif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta larangan membuang sampah ke saluran irigasi dan aliran sungai.
Menurut LIN, upaya penyadaran masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga harus dibarengi dengan pendidikan karakter, penguatan nilai moral, serta pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
“Kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menjaga sungai dan saluran irigasi bukan hanya kewajiban kepada sesama manusia, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat alam yang telah diberikan Allah SWT. Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi kehidupan saat ini maupun generasi yang akan datang,” tegasnya.
LIN mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan. Kepedulian terhadap kebersihan dinilai sebagai salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai agama, etika, dan tanggung jawab sosial.
Melalui sinergi seluruh pihak, LIN berharap budaya membuang sampah sembarangan dapat dihilangkan sehingga Kabupaten Jeneponto dapat terus menjadi daerah yang bersih, sehat, asri, serta terbebas dari pencemaran lingkungan yang dapat merugikan masyarakat.
Jurnalis LIN
A. Marzuki, S.S.
- Serial Tragedi Kebakaran di Jeneponto Berulang, DPD LIN Sulsel Desak Evaluasi Total Mitigasi Bencana dan Respons Pemerinta
- Launching Perdana Pabrik Pupuk Organik KRISNA ORGANIK di Banyuwangi Disambut Antusias Petani
- Ketua DPD LIN Papua Barat Daya Jackson Sambow Soroti Dugaan Legalitas CV Papua Geo Eksplorasi, Investigasi Menyeluruh Segera Dilakukan







Responses (2)