Kemenhut Tinjau KHDTK Padekan Malang, Paowan Disiapkan Jadi Destinasi Ekoeduwisata Unggulan Situbondo

Situbondo, mellotvnews.com — Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi (Pusbangsosek) melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan lapangan ke kawasan hutan lindung Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026).

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pengembangan ekoeduwisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Padekan Malang.”

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan kerja sama yang diajukan oleh BUMDes Berjaya Desa Paowan kepada Kementerian Kehutanan. Melalui kolaborasi ini, kawasan KHDTK Padekan Malang diproyeksikan menjadi destinasi ekoeduwisata unggulan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi hutan.

Rombongan Pusbangsosek dipimpin oleh Kepala Bidang Fasilitasi Penerapan Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan, Sumitra Gunawan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Paowan Surya Dharma, Ketua dan anggota BPD, pengurus BUMDes Berjaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam agenda peninjauan, tim melihat langsung potensi kawasan hutan yang dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai wisata alam edukatif. Selain menawarkan panorama alami, kawasan ini juga memiliki peluang besar menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pengembangan ekoeduwisata di KHDTK Padekan Malang diarahkan dengan konsep berkelanjutan, yakni menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat, pelestarian sosial budaya, serta perlindungan ekosistem hutan. Pendekatan ini selaras dengan program pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, Pusbangsosek juga menggelar sosialisasi kepada siswa-siswi Pramuka SMPN 2 Kendit. Melalui metode ceramah interaktif dan diskusi, para pelajar diberikan pemahaman mengenai fungsi hutan, ancaman kerusakan lingkungan, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga alam.

Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif. Sebanyak 87,6 persen siswa mengaku lebih terinspirasi dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.

Kepala Desa Paowan, Surya Dharma, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan. Menurutnya, program ini menjadi peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan.

“Pemanfaatan KHDTK merupakan program pemerintah yang difokuskan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan sosial budaya, dengan pelaksanaan yang diatur secara ketat sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Penetapan KHDTK sendiri mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menetapkan kawasan tertentu bagi kepentingan umum seperti penelitian, pendidikan, dan sosial budaya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya destinasi ekoeduwisata unggulan di Situbondo yang mampu mendongkrak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang.

Penulis: Samsi – Kabiro Situbondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *