JENEPONTO – Semangat gotong royong dan kemandirian kembali ditunjukkan oleh masyarakat pedesaan. Para petani di Dusun Rannayya, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, secara sukarela mengumpulkan dana swadaya untuk membeli dan memasang pintu air pada saluran pembuangan luapan reservoir PDAM Paitana sebagai upaya meningkatkan sistem pengairan lahan persawahan.
Inisiatif tersebut dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani, Andi Marzuki, bersama para anggota kelompok tani dan masyarakat setempat. Seluruh proses pengadaan hingga pemasangan pintu air dilakukan melalui semangat kebersamaan tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.
Pintu air dipasang pada saluran pembuangan luapan reservoir PDAM yang selama ini mengalir melewati kawasan persawahan warga. Dengan adanya pintu air tersebut, debit air kini dapat diatur sesuai kebutuhan, sehingga aliran menuju areal persawahan menjadi lebih efektif dan tidak lagi terbuang percuma.
Keberadaan fasilitas sederhana ini memiliki manfaat besar bagi para petani. Selain menjaga ketersediaan air pada musim tanam, pintu air juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kekeringan serta meningkatkan produktivitas sawah yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Kelompok Tani, Andi Marzuki, mengatakan bahwa pembangunan pintu air merupakan hasil kesepakatan bersama para petani yang menginginkan solusi nyata terhadap persoalan pengairan.
“Kami sepakat bergotong royong karena irigasi merupakan kebutuhan utama petani. Dengan kebersamaan, kami bisa mewujudkan pembangunan pintu air ini demi keberlangsungan usaha tani masyarakat,” ujarnya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris LBH/LSM DPC Kabupaten Jeneponto, M. Fathu El Muin Awing, yang akrab disapa Guss Mahfuji. Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat Dusun Rannayya merupakan contoh nyata bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah apabila semangat kebersamaan masih terjaga.
“Kerja sama dan kepedulian masyarakat Dusun Rannayya patut diapresiasi. Mereka mampu menyelesaikan persoalan irigasi melalui swadaya dan gotong royong. Semangat seperti ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian masyarakat,” ungkap Guss Mahfuji.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan infrastruktur pendukung pertanian di wilayah tersebut agar hasil swadaya masyarakat dapat semakin optimal.
Masyarakat berharap pemasangan pintu air ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sistem irigasi di Desa Paitana. Dengan pengelolaan air yang lebih baik, produktivitas pertanian diyakini akan meningkat sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan para petani.
Selain menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar sektor pertanian. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para petani Dusun Rannayya menjadi inspirasi bahwa pembangunan dapat dimulai dari kepedulian warga terhadap lingkungan dan masa depan pertanian mereka sendiri.
Jurnalis: LIN







Responses (2)