BOLAANG MONGONDOW — Duka masih menyelimuti Desa Solimandungan 1 dan Solimandungan 2, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pasca banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Di saat sebagian warga masih larut dalam kepanikan dan kesedihan melihat rumah dipenuhi lumpur, jalan tertutup kayu gelondongan, serta aktivitas lumpuh total, hadir sosok yang diam-diam turun langsung membantu masyarakat tanpa banyak bicara. Ia adalah Asri Mamonto alias Ali, seorang pengusaha yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat kecil.
Sejak sore hingga malam hari usai banjir menerjang desa, Asri Mamonto terlihat berbaur bersama warga. Tanpa menjaga jarak dan tanpa protokoler, ia ikut mengangkat kayu, membersihkan lumpur, hingga membantu membuka akses jalan yang sempat macet akibat material banjir yang menumpuk di badan jalan.
Dengan kendaraan dan alat berat yang dikerahkannya, proses pembersihan terus dilakukan. Potongan kayu besar yang berserakan di depan rumah warga perlahan dipindahkan, sementara lumpur tebal yang menutup jalan desa mulai dibersihkan.
Tidak sedikit warga yang mengaku terharu melihat seorang pengusaha turun langsung bekerja bersama masyarakat hingga larut malam.
“Dia tidak hanya datang melihat-lihat. Pak Ali benar-benar ikut bekerja bersama masyarakat dari sore sampai malam. Itu yang membuat kami sangat tersentuh,” ujar salah seorang warga di lokasi bencana.
Bukan hanya membantu tenaga dan alat berat, kepedulian Asri Mamonto berlanjut pada Kamis pagi, 28 Mei 2026. Ratusan dus air mineral berbagai merek dan makanan cepat saji mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir bandang menggunakan kendaraan roda empat.
Bantuan tersebut menjadi sangat berarti di tengah kondisi warga yang masih kesulitan memasak, membersihkan rumah, serta memenuhi kebutuhan dasar pasca bencana. Banyak keluarga yang belum sempat beristirahat karena sejak malam terus membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah kayu yang terbawa arus deras.
Suasana haru tampak saat bantuan dibagikan. Warga, terutama para ibu dan anak-anak, terlihat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Di tengah musibah yang datang tepat pada momentum Idul Adha—hari yang identik dengan pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama—aksi nyata yang dilakukan Asri Mamonto dinilai menjadi cerminan makna Idul Adha yang sesungguhnya.
Ia hadir bukan sekadar membawa bantuan materi, tetapi juga membawa rasa peduli dan kemanusiaan.
Selama ini, Asri Mamonto alias Ali memang dikenal sebagai sosok pengusaha yang low profile dan ringan tangan membantu masyarakat. Di berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, namanya kerap disebut sebagai pribadi yang tidak suka mencari perhatian, namun selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Hingga Kamis siang, masyarakat Desa Solimandungan 1 dan Solimandungan 2 masih terus melakukan kerja bakti membersihkan lumpur, batang kayu, serta puing-puing yang terbawa banjir bandang ke dalam permukiman warga.
Sejumlah rumah masih dipenuhi lumpur tebal, sementara akses jalan di beberapa titik terus dibersihkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Bencana ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Namun di balik musibah tersebut, muncul pula potret kemanusiaan yang menghangatkan hati. Kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi kekuatan yang membuat warga tetap bertahan menghadapi cobaan.
Dan di antara kerumunan masyarakat yang sibuk membersihkan sisa banjir, sosok Asri Mamonto hadir bukan sebagai pengusaha besar yang menjaga citra, melainkan sebagai manusia yang memilih berdiri bersama rakyat di saat mereka paling membutuhkan uluran tangan.
- PT Timah Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Pesisir Batu Belubang, Pererat Kebersamaan di Hari Raya
- Menjelang Iduladha, Arsari Tambang Melalui PT MSP Salurkan 2 Ekor Sapi Kurban untuk Lembaga dan Insan Pers
- <a href="https://suarainvestigasinegara.com/lin-babel-minta-mindset-kepala-daerah-diubah-dalam-mengelola-anggaran-kasihan-rakyat”>LIN Babel Minta Mindset Kepala Daerah Diubah dalam Mengelola Anggaran: “Kasihan Rakyat”


Responses (4)