Investigasi Khusus – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan terlarang kini tak lagi sekadar pelanggaran hukum—situasinya sudah memasuki fase yang mengkhawatirkan: indikasi kuat praktik mafia tambang yang terstruktur, sistematis, dan seolah tak tersentuh hukum.
Di lapangan, fakta berbicara keras.
Alat berat bebas keluar-masuk.
Tanah dikeruk tanpa kendali.
Hasil tambang diduga terus mengalir keluar dari kawasan yang seharusnya dilindungi negara.
Ironisnya, semua itu terjadi di wilayah yang jelas-jelas memiliki status larangan resmi.
Papan peringatan berdiri, namun hanya menjadi simbol tanpa makna.
Nama-Nama Diduga Pengendali Mencuat
Sejumlah nama kembali ramai diperbincangkan publik dan disebut-sebut sebagai aktor utama di balik aktivitas ini, di antaranya:
- Alen Tarore (Alen)
- Kiki Mewo (Kiki)
- Andre Lasut (Toni)
- Ko Melki
- Uce Watuseke
- Exel Lamboan (Exel Rose)
- Eming Korua
- Heri Korua
Mereka diduga memiliki peran penting dalam mengendalikan operasi PETI yang berjalan tanpa hambatan berarti.
Yang menjadi pertanyaan besar:
Bagaimana aktivitas sebesar ini bisa berlangsung terang-terangan tanpa penindakan tegas?
Aparat Dipertanyakan: Lalai atau Ada Pembiaran?
Sorotan publik kini mengarah tajam ke aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Kinerja Kapolres dan jajaran, termasuk Dirkrimsus, dinilai jauh dari harapan.
Bahkan muncul dugaan yang lebih serius—adanya pembiaran sistematis, atau kemungkinan keterlibatan oknum.
Jika tidak ada keterlibatan, maka publik mempertanyakan:
Mengapa aktivitas ilegal berskala besar ini bisa terus berjalan tanpa hambatan?
Tidak ada penutupan permanen.
Tidak ada penangkapan aktor utama.
Tidak ada efek jera.
Yang terlihat justru sebaliknya—aktivitas terus berlangsung seolah dilindungi kekuatan tak terlihat.
Desakan Keras: Kapolda Harus Bertindak!
Gelombang tekanan publik kini mengarah langsung ke pucuk pimpinan kepolisian daerah.
Kapolda didesak untuk segera mengambil langkah tegas:
- Mencopot Kapolres yang dinilai gagal
- Mengevaluasi dan mengganti Dirkrimsus
- Membentuk tim investigasi independen
- Menindak tegas oknum aparat jika terbukti terlibat
Publik menilai, ini bukan lagi kasus biasa—ini sudah menyangkut wibawa negara.
Kerusakan Lingkungan di Ambang Bencana
Dampak dari aktivitas PETI ini bukan hanya soal hukum—tetapi juga ancaman nyata terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
- Hutan rusak
- Tanah kritis
- Sungai tercemar
- Potensi longsor dan banjir meningkat
Jika terus dibiarkan, kawasan ini berpotensi berubah menjadi zona bencana ekologis permanen.
Presiden Diuji: Retorika atau Aksi Nyata?
Pernyataan tegas Presiden terkait pemberantasan mafia tambang kini kembali disorot.
Kasus ini menjadi ujian nyata:
Apakah negara benar-benar hadir?
Ataukah hanya berhenti pada pernyataan di atas kertas?
KESIMPULAN : NEGARA JANGAN KALAH!
Kasus ini bukan sekadar soal tambang ilegal.
Ini adalah pertarungan antara hukum vs mafia,
antara negara vs kepentingan liar.
Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya lingkungan—
tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap hukum dan negara.
Invesatigasi News menegaskan:
Tangkap aktor utama.
Bongkar jaringan sampai ke akar.
Usut tanpa kompromi—termasuk jika melibatkan oknum aparat.
Karena jika tidak, publik akan menyimpulkan satu hal:
Hukum bisa dibeli, dan negara telah kalah.
