News  

RANGKUL MAHASISWA, KAPOLRES PASURUAN BANGUN SINERGI DAN DORONG KOMUNIKASI BERKELANJUTAN

PASURUAN, JAWA TIMUR — Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., memperkuat komunikasi dengan kalangan mahasiswa melalui kegiatan silaturahmi dan dialog bersama perwakilan organisasi mahasiswa di Warung Teko Bangil, Senin (19/10/2026).

Langkah tersebut menjadi upaya membangun hubungan yang terbuka antara kepolisian dan mahasiswa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi, kritik, serta masukan terkait berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan Kelompok Cipayung Pasuruan, yang terdiri dari PMII, GMNI, HMI, dan IMM, serta Aliansi BEM Pasuruan Raya. Kapolres didampingi Wakapolres dan sejumlah pejabat utama Polres Pasuruan.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan bahwa mahasiswa siap membangun sinergi dengan kepolisian tanpa mengesampingkan independensi dan fungsi kontrol sosial.

Menurutnya, hubungan baik antara mahasiswa dan kepolisian harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, dengan tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara objektif terhadap kebijakan maupun persoalan publik.

“Mahasiswa siap bersinergi dengan kepolisian, tetapi tetap menjalankan peran sebagai mitra kritis dan kontrol sosial,” ujar Ubaidillah.

Ia juga mengapresiasi langkah Kapolres Pasuruan yang membuka ruang dialog bersama organisasi mahasiswa. Menurutnya, komunikasi semacam ini penting agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono menyambut baik masukan dan pandangan yang disampaikan mahasiswa. Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut melalui dialog dan pertukaran informasi secara berkala.

“Komunikasi dan silaturahmi ini perlu terus dijaga. Kami berharap kepolisian dan mahasiswa dapat saling bertukar informasi serta bekerja sama dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Pasuruan,” kata Irawan.

Selain membahas keamanan dan ketertiban, pertemuan tersebut juga menjadi forum bertukar pandangan mengenai dinamika sosial, persoalan hukum, serta berbagai isu kepemudaan yang membutuhkan perhatian bersama.

KOMUNIKASI TERBUKA, KRITIK KONSTRUKTIF, DAN KEPERCAYAAN PUBLIK

Pertemuan antara Kapolres Pasuruan dan perwakilan mahasiswa ini menegaskan pentingnya membangun kemitraan yang sehat antara aparat penegak hukum dan kalangan akademis.

Sinergi yang kuat bukan berarti menghilangkan sikap kritis mahasiswa. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka diharapkan dapat mempertemukan upaya menjaga stabilitas keamanan dengan aspirasi masyarakat yang perlu didengar dan ditindaklanjuti.

Ke depan, keberlanjutan dialog serta tindak lanjut atas masukan yang disampaikan akan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta demokratis di Kabupaten Pasuruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *