Bangka, 30 April 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Bangka bersama jajaran pengurus menghadiri kegiatan adat tahunan Nuju Jerami yang digelar masyarakat Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, pada Rabu (28/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kehadiran rombongan DPC LIN Bangka disambut hangat oleh masyarakat setempat dengan penuh rasa kekeluargaan. Warga Dusun Air Abik menunjukkan keramahan khas masyarakat Bangka dengan menyuguhkan berbagai hidangan tradisional kepada para tamu yang hadir.
Tradisi Nuju Jerami merupakan warisan budaya asli Pulau Bangka yang sarat makna dan nilai-nilai luhur. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat setelah melewati masa panen padi atau yang dikenal dengan istilah ngetam padi. Setiap tahunnya, ritual adat ini rutin dilaksanakan oleh warga Dusun Air Abik, dan juga digelar secara bersamaan di Dusun Pejam, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu sebagai bentuk kebersamaan dan kesinambungan tradisi antarwilayah.

Pelaksanaan acara adat ini juga berlangsung di rumah tradisional khas Bangka yang dikenal dengan sebutan Rumah Tujuh Bubung. Rumah panggung yang dibangun dari bahan kayu alami tersebut menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Air Abik dan Pejam yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Keberadaan rumah adat ini tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya ritual, tetapi juga mencerminkan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua DPC LIN Bangka dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur. Ia menegaskan bahwa budaya seperti Nuju Jerami bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dilestarikan.
“Tradisi ini adalah bukti nyata rasa syukur masyarakat sekaligus simbol kuatnya kebersamaan. Kami berharap generasi muda terus menjaga dan melestarikan budaya ini sebagai warisan berharga daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman budaya Nusantara yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Tradisi seperti Nuju Jerami menunjukkan eratnya hubungan antara manusia, alam, dan nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat.

Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki adat dan tradisi unik yang menjadi identitas masing-masing. Keberagaman ini menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan bangsa, sekaligus memperkaya khazanah budaya nasional yang tak ternilai.
Partisipasi organisasi seperti LIN dalam kegiatan adat ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab masyarakat lokal, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Dengan menjaga tradisi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai negara yang berakar pada nilai-nilai budaya luhur.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal yang terus hidup di tengah perkembangan zaman. (DPC LIN Bangka)

