Pendangkalan Muara Air Kantung Kian Parah, Nelayan & LIN Bangka Desak Aksi Nyata—Ketum Robi Irawan: “Jangan Kendor, Kawal dan Laporkan!”

BANGKA – Masalah pendangkalan dan penyempitan alur Muara Sungai Air Kantung terus berlarut tanpa solusi nyata. Di tengah kekecewaan nelayan, instruksi tegas kini datang dari pucuk pimpinan Lembaga Investigasi Negara.

Ketua Umum DPP LIN, Robi Irawan Wiratmoko, menegaskan agar seluruh jajaran tidak melemah dalam mengawal persoalan ini.

“Jangan kendor. Kawal terus, kumpulkan data, dan laporkan jika ada indikasi penyimpangan. Ini menyangkut hajat hidup nelayan,” tegasnya.

Ekskavator Kembali, Luka Lama Terbuka

Di lokasi, alat berat kembali diturunkan, mengulang pola lama yang sebelumnya dilakukan oleh PT Pulomas.
Metode ini dinilai gagal total karena hanya memindahkan pasir, bukan membuka alur secara permanen.

Akibatnya, endapan material membentuk “bukit pasir” di sisi muara, memperparah penyempitan dan menghambat akses kapal nelayan.

Nelayan Terjepit, Risiko Maut di Depan Mata

Setiap musim gelombang tinggi, muara berubah menjadi titik rawan kecelakaan. Kapal kandas, bahkan hancur saat mencoba masuk.

Kerugian tidak hanya material, tapi juga mematikan sumber penghasilan.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal keselamatan,” ungkap nelayan.

Kaya Timah, Miskin Solusi

Ironi besar muncul ketika persoalan ini dibandingkan dengan besarnya kekayaan timah yang dikelola oleh PT Timah Tbk.

Selama puluhan tahun eksploitasi berjalan, namun persoalan dasar nelayan seperti akses muara justru terbengkalai.

Skema Baru, Cara Lama?

Informasi terbaru menyebut keterlibatan CV Tinspire Global Ventures dalam proyek pengerukan bersama PT Timah.

Namun metode yang digunakan tetap sama: ekskavator darat dengan pola gotong royong.

Bagi nelayan dan LIN, ini bukan solusi—ini pengulangan kegagalan.

LIN: Kawal, Dokumentasikan, dan Laporkan

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Robi Irawan Wiratmoko menegaskan langkah strategis:

  • Pengawalan langsung di lapangan oleh DPC dan DPD LIN
  • Dokumentasi aktivitas pengerukan secara menyeluruh
  • Pelaporan resmi jika ditemukan indikasi penyimpangan, pemborosan anggaran, atau ketidakefektifan proyek

“Kalau ada dugaan penyimpangan atau proyek tidak tepat sasaran, laporkan. Jangan diam,” tegasnya lagi.

Solusi Nyata: Kapal Isap, Bukan Ekskavator

Nelayan dan LIN sepakat: solusi bukan pada pengerukan manual, tetapi penggunaan kapal isap (MGI) seperti era sebelumnya.

Kapal-kapal seperti Makasar, Selanduk, Lingga, dan Semujur pernah terbukti efektif membuka alur muara secara maksimal.

Janji Tinggal Janji

Kekecewaan juga diarahkan kepada para pejabat yang dulu menjanjikan solusi saat kampanye.

Kini, janji itu dianggap hilang tanpa jejak, sementara nelayan terus menghadapi risiko setiap hari.

Kesimpulan: Saatnya Aksi, Bukan Seremoni

Pendangkalan Muara Air Kantung bukan sekadar masalah teknis, tetapi ujian nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.

Dengan instruksi tegas dari Ketua Umum LIN, tekanan kini semakin kuat:
kawal, bongkar, dan laporkan—hingga solusi benar-benar terwujud.

(Tim Investigasi –  LIN Bangka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *