PANGKALPINANG — Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Negeri 3 Pangkalpinang, Devi, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya yang memuat sejumlah dugaan mengenai perilaku tidak pantas terhadap siswa.
Dalam klarifikasinya, Devi membantah sejumlah tudingan yang disebut tidak pernah dilakukan. Ia menegaskan bahwa persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian telah dibicarakan dan diklarifikasi bersama pihak orang tua siswa.
Klarifikasi tersebut disampaikan kepada Tim DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Babel yang turun langsung ke SDN 3 Pangkalpinang untuk memperoleh informasi dari pihak sekolah, guru PAI, wali kelas, serta kepala sekolah.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026), Devi mengaku terkejut dengan sejumlah poin dalam pemberitaan yang beredar karena menurutnya terdapat informasi yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
“Kalau untuk beritanya cukup terkejut, karena ada poin-poin yang ditambahkan dan tidak ada atau tidak dilakukan,” ujar Devi.
Menurut Devi, persoalan yang sebelumnya dipermasalahkan telah dibicarakan secara langsung dengan orang tua siswa. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran terdapat ucapan atau teguran yang dianggap menyinggung perasaan siswa.
“Kalau memang sebagai guru saya ada kekurangan dalam mengajar, saya mohon maaf. Mungkin ada emosi yang tidak terkendali atau ada ucapan yang menyinggung anak,” katanya.
Bantah Ada Perlakuan Berbeda dalam Penilaian
Devi juga membantah adanya perlakuan berbeda terhadap siswa dalam pemberian nilai setelah munculnya pengaduan dari orang tua.

Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran saat itu baru berjalan sekitar satu bulan sehingga penilaian siswa masih berlangsung dan belum seluruhnya lengkap.
Terkait salah satu tugas siswa yang menjadi persoalan, Devi mengatakan nilai diberikan berdasarkan soal yang telah dikerjakan. Sementara bagian yang belum diselesaikan diberi keterangan bahwa tugas tersebut belum selesai.
Menurutnya, perlakuan tersebut tidak hanya diberikan kepada satu siswa, tetapi juga kepada siswa lain yang belum menyelesaikan tugas.
“Banyak anak yang tidak selesai. Bukan hanya dia. Semua yang tidak selesai saya tulis belum selesai atau tugasnya belum selesai,” jelasnya.
Devi turut membantah tudingan pernah mengucapkan kata-kata yang dianggap tidak pantas di depan siswa.
“Kalau masalah ngomong kata kurang bagus depan anak-anak, tidak ada itu,” tegasnya.
Suara Tegas Disebut untuk Menjangkau Seluruh Siswa
Mengenai cara mengajar dengan suara yang cukup keras, Devi mengakui bahwa dirinya memang menggunakan suara tegas ketika menyampaikan materi.

Namun, ia mengatakan hal tersebut dilakukan karena jumlah siswa dalam kelas cukup banyak sehingga materi harus disampaikan dengan suara yang dapat didengar seluruh siswa.
“Kalau saya mengajar suara besar karena siswa 40 anak. Kalau tidak pakai suara besar, anak-anak tidak kedengaran. Saya bahkan kadang menggunakan mikrofon,” ujarnya.
Ia juga membantah pernah melakukan kekerasan fisik terhadap siswa.
Menurut Devi, dirinya tidak pernah memukul siswa. Ia mengakui pernah menyentuh siswa secara lembut dalam konteks membantu mengarahkan buku pelajaran yang keliru diambil.
LIN Babel Turun Langsung ke Sekolah
Sementara itu, DPD LIN Babel bersama tim menyatakan telah turun langsung ke lokasi untuk memperoleh informasi dari pihak sekolah dan melakukan klarifikasi terhadap persoalan yang sebelumnya diberitakan.
LIN Babel menyebut telah mendengarkan penjelasan dari guru PAI, wali kelas, dan kepala sekolah SDN 3 Pangkalpinang.

Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, pihak LIN Babel menilai terdapat sejumlah poin dalam pemberitaan sebelumnya yang perlu diluruskan karena tidak sepenuhnya sesuai dengan keterangan yang diperoleh langsung dari pihak sekolah.
Pihak SDN 3 Pangkalpinang juga menyampaikan klarifikasi resmi bahwa sejumlah informasi yang beredar dinilai tidak akurat dan tidak sesuai dengan kondisi yang disampaikan pihak sekolah.
Sekolah menilai pelurusan informasi diperlukan untuk menjaga integritas lembaga pendidikan sekaligus memberikan hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan berimbang.
Empat Poin Menjadi Perhatian Sekolah
Dalam klarifikasi yang disampaikan kepada DPD LIN Babel, terdapat empat poin utama yang menjadi perhatian pihak SDN 3 Pangkalpinang.
- Terkait persoalan antara guru dan orang tua siswa yang disebut belum selesai. Pihak sekolah menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani melalui mekanisme dan prosedur internal sekolah serta telah dikomunikasikan dengan pihak terkait.
- Pihak sekolah mempertanyakan penggunaan narasumber dalam pemberitaan sebelumnya yang menurut mereka tidak jelas identitas maupun kredibilitasnya. Sekolah menilai setiap informasi yang disampaikan kepada publik seharusnya melalui proses verifikasi untuk mencegah munculnya informasi yang menyesatkan.
- Pihak sekolah menyatakan bahwa sebelum pemberitaan tersebut ditayangkan, tidak terdapat permintaan konfirmasi kepada pihak SDN 3 Pangkalpinang. Sekolah menyayangkan kondisi tersebut karena konfirmasi dari pihak yang diberitakan merupakan bagian penting dalam menghasilkan pemberitaan yang berimbang.
- Pihak sekolah menilai sudut pandang dan gaya penulisan pemberitaan sebelumnya cenderung memberikan kesan negatif terhadap institusi pendidikan.

Atas hal tersebut, SDN 3 Pangkalpinang meminta agar media massa tetap mengedepankan verifikasi, akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kami menghargai peran media sebagai mitra informasi, namun kebenaran, akurasi, dan etika harus menjadi pilar utama dalam penyampaian berita. Kami siap membuka ruang klarifikasi, namun juga akan mengambil langkah hukum jika terdapat unsur pencemaran nama baik institusi,” demikian disampaikan pihak sekolah dalam klarifikasinya kepada DPD LIN Babel.
Sekolah Terbuka terhadap Evaluasi
Pihak sekolah menegaskan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun. Komunikasi antara guru, sekolah, dan orang tua dinilai penting untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.

Devi sendiri berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman berkepanjangan dan tidak mengganggu proses belajar siswa.
“Harapan saya, berpikirlah positif. Tidak ada guru yang menyiksa anak. Kami mendidik dan mengajar dengan sungguh-sungguh. Orang tua juga perlu mendukung karena pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
LIN Babel: Klarifikasi Diharapkan Menjadi Pelurusan Informasi
DPD LIN Babel menyampaikan apresiasi kepada pihak SDN 3 Pangkalpinang dan guru PAI yang telah memberikan ruang untuk klarifikasi secara langsung.

LIN Babel berharap proses klarifikasi tersebut dapat menjadi pelurusan informasi sekaligus mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari.
“Terima kasih atas klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar. Persoalan ini sudah diluruskan dan diharapkan tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini. Semoga setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik di lingkungan sekolah,” demikian disampaikan DPD LIN Babel.
Dengan adanya klarifikasi ini, pemberitaan sebelumnya diharapkan dapat dipahami secara lebih utuh. Adapun sejumlah tudingan yang sebelumnya disampaikan oleh wali murid tetap merupakan klaim dari pihak pelapor dan perlu ditempatkan secara berimbang dengan klarifikasi dari guru serta pihak sekolah.
Sumber: Humas DPD LIN Babel
- Ketua DPC LIN Kabupaten Gowa Muhammad Arman Dg Parewa Soroti Penonaktifan Sekda dan Dua Pejabat Strategis, Desak Bupati Gowa Buka Dugaan Pelanggaran ASN ke Publik
- Polres Bangka Barat Kerahkan 52 Personel Amankan Karnaval HUT RI ke-81
- Semarak Lomba Mancing Mania di Kolong Panjol, Kace Timur, Warnai HUT RI ke-81

