BANGKA BARAT — Upaya memperkuat sinergitas antara aparat penegak hukum dan insan pers terus dilakukan di Kabupaten Bangka Barat. Hal tersebut diwujudkan melalui agenda silaturahmi dan diskusi antara jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bangka Barat bersama sejumlah awak media di Warkop Ak Nur, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh substansi tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan insan pers, khususnya dalam membangun keterbukaan informasi serta mengawal proses penegakan hukum agar berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Bangka Barat, Ipda Ragil Dimas Ramadhan, bersama jajaran Sat Reskrim Tim Macan Putih dan Unit Tipidter.
Turut hadir Pimpinan tujuh portal media Lembaga Investigasi Negara sekaligus Humas Lembaga Investigasi Negara DPP Bangka Belitung, Musarofa.
Dalam pertemuan tersebut, Ipda Ragil Dimas Ramadhan menyampaikan bahwa silaturahmi dengan insan pers bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif antara kepolisian dengan media.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi diperlukan agar setiap persoalan hukum dapat dikawal secara bersama-sama dengan tetap berpedoman pada aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Pertemuan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mencari solusi bersama. Kita ingin bersinergi dengan pers Bangka Barat dalam mengawal penegakan hukum demi mewujudkan Bangka Barat Emas,” ujar Ipda Ragil.
Ia juga menegaskan komitmen Sat Reskrim Polres Bangka Barat untuk membuka ruang komunikasi dan informasi kepada publik sepanjang sesuai dengan ketentuan hukum dan kewenangan yang berlaku.
Keterbukaan tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan perkara, sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.
Pers sebagai Mitra Kontrol Sosial
Sementara itu, Musarofa, selaku Humas Lembaga Investigasi Negara DPP Bangka Belitung, menyambut positif langkah keterbukaan yang ditunjukkan jajaran Sat Reskrim Polres Bangka Barat.
Menurut Musarofa, kemitraan antara aparat penegak hukum dan pers harus dibangun berdasarkan komunikasi yang terbuka, profesional, serta tetap menghormati koridor hukum.

“Bagi kami, keterbukaan informasi merupakan salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Pers memiliki fungsi kontrol sosial dan berkewajiban menyampaikan informasi yang berimbang serta edukatif kepada masyarakat,” kata Musarofa.
Ia menilai prinsip equality before the law atau persamaan setiap orang di hadapan hukum harus menjadi salah satu landasan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
Karena itu, menurutnya, komunikasi antara kepolisian dan media perlu terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai suatu persoalan hukum tanpa mengganggu proses penyelidikan maupun penyidikan yang sedang berjalan.
Bangun Ruang Informasi yang Transparan
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya penyampaian informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab.
Kepolisian memiliki kewajiban menjalankan proses penegakan hukum sesuai aturan, sementara pers memiliki peran menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang, terverifikasi, dan tidak menghakimi.
Sinergi kedua pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi hukum yang sehat di Kabupaten Bangka Barat.

Dengan komunikasi yang terbuka, setiap informasi mengenai proses penegakan hukum dapat disampaikan secara proporsional kepada masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
Pertemuan antara Sat Reskrim Polres Bangka Barat dan insan pers tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi semata, tetapi menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif dalam mengawal penegakan hukum dan kepentingan masyarakat.
“Kawal penegakan hukum, jaga keterbukaan informasi, dan bersama-sama membangun Bangka Barat Emas,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
(Musarofa — Humas Lembaga Investigasi Negara)


