SAMPANG — Suasana penuh khidmat, haru, dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Khatmil Qur’an yang digelar di Lembaga Pendidikan Islam Darul Ilmi, Dusun Bringin, Desa Apa’an, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan keagamaan tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang keteladanan dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri Kiai Nuruddin bersama para alim ulama, guru ngaji, para santri, orang tua, serta masyarakat sekitar.
Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah prosesi Khatmil Qur’an yang diikuti para santri Darul Ilmi. Di antara para peserta, tampak Mohammad Nofal, putra pertama dari Bapak Lukman dan Ibu Defi Karisma, mengikuti prosesi tersebut dengan penuh penghayatan dan kebanggaan.
Bagi keluarga, keikutsertaan Mohammad Nofal dalam Khatmil Qur’an bukan sekadar sebuah seremoni. Momen tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan pendidikan agama sang anak.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kegiatan seperti ini memiliki makna penting. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga membutuhkan fondasi agama, akhlak, dan keteladanan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Maulid Nabi SAW mengajarkan keteladanan, sementara Khatmil Qur’an menjadi simbol kecintaan terhadap kitab suci. Keduanya menjadi momentum yang dapat mengingatkan keluarga dan masyarakat bahwa pendidikan karakter dan spiritual anak merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Lukman dan Ibu Defi Karisma menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kiai Nuruddin atas kehadiran, bimbingan, serta doa yang diberikan. Apresiasi juga disampaikan kepada Ustaz Soleh, selaku guru ngaji, yang dengan kesabaran dan keikhlasan membimbing anak-anak dalam mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.
Tidak lupa, keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Bringin serta semua pihak yang turut membantu sehingga kegiatan Maulid Nabi SAW dan Khatmil Qur’an dapat berlangsung dengan baik.
Menanamkan Nilai Qur’ani Sejak Dini
Secara lebih luas, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi keagamaan di tengah masyarakat masih memiliki tempat penting dalam membentuk generasi penerus.
Khatmil Qur’an bukanlah akhir dari proses belajar membaca dan memahami Al-Qur’an. Sebaliknya, ia dapat menjadi awal untuk terus mendekatkan anak-anak kepada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Harapannya, Mohammad Nofal dan seluruh santri Darul Ilmi dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan, menghormati orang tua, menghargai sesama, serta memiliki akhlakul karimah.
Bagi keluarga Lukman dan Defi Karisma, kebahagiaan terbesar bukan hanya melihat putra mereka tampil dalam sebuah acara, tetapi menyaksikan proses tumbuhnya seorang anak dengan bekal ilmu agama dan akhlak yang baik.
Semoga momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khatmil Qur’an di Darul Ilmi menjadi keberkahan bagi seluruh keluarga, para santri, guru, ulama, dan masyarakat Dusun Bringin.
Semoga Mohammad Nofal dan seluruh generasi muda senantiasa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua, berakhlakul karimah, serta memperoleh keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad SAW.
Pewarta: ROIKIN

