News  

Lembaga Investigasi Negara Dorong Ketahanan Pangan, DPC Kabupaten Siapkan 200 Hektare Lahan Persawahan

KABUPATEN — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus didorong oleh Lembaga Investigasi Negara (LIN) melalui langkah nyata di sektor pertanian. Ketua DPC Kabupaten LIN, Muhammad Arman Dg Parewa, bersama jajaran pengurus dan anggota melakukan pencetakan sawah baru seluas kurang lebih 200 hektare sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap persoalan ketahanan pangan yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ketua Umum DPP Lembaga Investigasi Negara, Gus Robi Irawan Wiratmoki, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan jajaran DPC Kabupaten tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan harus dibangun melalui tindakan konkret dan pemanfaatan potensi lahan yang ada secara produktif.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dibicarakan. Harus ada langkah nyata di lapangan. Apa yang dilakukan DPC Kabupaten dengan menyiapkan lahan persawahan seluas 200 hektare merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi organisasi kepada masyarakat,” ujar Gus Robi.

Ia menegaskan bahwa program tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pencetakan sawah, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengelolaan dan pendampingan sehingga lahan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami di DPP akan terus memberikan dukungan terhadap program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan produktivitas ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara Sulawesi Selatan, Saharuddin, menyatakan dukungannya terhadap langkah DPC Kabupaten. Ia menilai keterlibatan LIN dalam mendorong sektor pertanian merupakan bentuk kontribusi positif organisasi di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan.

Menurut Saharuddin, pencetakan sawah seluas 200 hektare harus menjadi awal dari program yang berkelanjutan. Selain membuka lahan, diperlukan perhatian terhadap infrastruktur pertanian, pengairan, ketersediaan sarana produksi, serta pendampingan kepada masyarakat yang nantinya mengelola lahan tersebut.

“Kami dari DPD LIN Sulawesi Selatan mendukung penuh langkah DPC Kabupaten. Ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama dan konsistensi. Kami berharap lahan yang telah dipersiapkan dapat benar-benar produktif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Saharuddin.

Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi contoh bahwa organisasi masyarakat dapat mengambil bagian dalam pembangunan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Mencetak Sawah

Pencetakan sawah baru seluas 200 hektare tentu bukan pekerjaan sederhana. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang berhasil disiapkan, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara LIN, pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi faktor penting agar lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam perspektif ketahanan pangan, keberadaan lahan pertanian produktif merupakan aset strategis. Semakin banyak lahan yang dapat dikelola secara baik, semakin besar pula peluang peningkatan produksi pangan sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah Muhammad Arman Dg Parewa bersama jajaran DPC Kabupaten LIN dengan menyiapkan 200 hektare lahan persawahan diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Dukungan dari Ketua Umum DPP LIN Gus Robi Irawan Wiratmoki dan Ketua DPD LIN Sulawesi Selatan Saharuddin juga diharapkan mampu memperkuat semangat jajaran LIN di daerah untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata.

Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya tentang berapa banyak sawah yang dicetak, tetapi tentang bagaimana lahan tersebut menghasilkan pangan, membuka lapangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan berkelanjutan.

LIN hadir bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga diharapkan mampu mengambil bagian dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui kerja nyata di lapangan.

(Portal Berita LIN Kabupaten Gowa)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *