News  

Sentuhan Kemanusiaan di Awal Tahun 2026, Komunitas Manguni 15 dan Dinas Sosial Berbagi Kasih di Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan

MINAHASA – Di tengah semangat menyambut awal tahun 2026, sekelompok anak-anak di Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan, Desa Tikela, Kabupaten Minahasa, merasakan kehangatan yang berbeda. Tawa polos, pelukan tulus, dan doa sederhana menjadi saksi ketika Komunitas Manguni 15 bersinergi dengan Dinas Sosial menggelar kegiatan berbagi kasih, sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati dan sarat makna.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, melainkan wujud nyata kehadiran negara dan masyarakat di sisi anak-anak yatim piatu yang selama ini tumbuh dalam keterbatasan. Dalam suasana penuh keakraban, para relawan dan pengurus komunitas menyapa, mendengarkan cerita, serta memberikan perhatian langsung kepada anak-anak panti yang kerap luput dari sorotan.

 

Ketua Komunitas Manguni 15, Rusli Datu, dengan nada haru menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun kemanusiaan.

 

“Anak-anak ini bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kasih sayang, perhatian, dan keyakinan bahwa masa depan mereka tetap penuh harapan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk cinta dan kepedulian,” ungkap Rusli Datu.

 

Ia menegaskan bahwa awal tahun 2026 dijadikan momentum untuk meneguhkan komitmen Komunitas Manguni 15 dalam menebar nilai-nilai kemanusiaan, terutama kepada mereka yang paling rentan dan membutuhkan uluran tangan.

 

Kehangatan kegiatan ini turut diperkuat oleh dukungan penuh jajaran pengurus Manguni 15, yakni Sekretaris Marsel Saroinsong, Penasehat Ronal Toar, serta Penanggung Jawab Rommy Ikhsan. Bagi mereka, menyantuni anak-anak yatim piatu bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan panggilan nurani yang harus dijaga dan diwariskan.

 

Penasehat Manguni 15, Ronal Toar, mengapresiasi keterlibatan aktif Dinas Sosial yang hadir langsung mendampingi kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sebagai contoh konkret kepedulian pemerintah yang turun langsung menyentuh lapisan masyarakat paling rentan.

 

“Inilah wajah kemanusiaan yang sesungguhnya. Ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, anak-anak ini tidak merasa sendiri. Mereka merasa dilindungi dan diperhatikan,” tutur Ronal Toar.

 

Perwakilan Dinas Sosial yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap anak-anak panti asuhan harus menjadi tanggung jawab bersama. Mereka menilai sinergi dengan komunitas seperti Manguni 15 mampu memperluas jangkauan kepedulian sosial secara lebih humanis dan berkelanjutan.

 

Di akhir kegiatan, suasana haru tak terbendung saat doa bersama dipanjatkan. Anak-anak panti asuhan memanjatkan harapan sederhana—tentang masa depan yang lebih baik, pendidikan yang layak, serta kehidupan yang penuh kasih. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik senyum polos mereka, tersimpan harapan besar yang menunggu untuk dijaga bersama.

 

Melalui aksi berbagi kasih ini, Komunitas Manguni 15 menegaskan bahwa kemanusiaan tidak pernah kehilangan maknanya. Di awal tahun 2026, mereka mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak berpaling dari mereka yang membutuhkan, karena sejatinya kekuatan sebuah bangsa diukur dari seberapa besar kepeduliannya terhadap anak-anak yang paling lemah dan terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *